6 Oktober 2011

Traumatik Anak akibat Kekerasan

PENGANIAYAAN terhadap anak merupakan kenyataan yang sangat menyedihkan. Seharusnya anak dapat tumbuh dan berkembang ke arah positif. Anak adalah generasi penerus cita-cita bangsa.

Tanggung jawab terhadap perkembangan anak dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, terutama orangtua yang berperan penting. Kenyataannya, saat ini marak terjadi penyiksaan atau kekerasan terhadap anak yang dilakukan orangtua kandungnya sendiri.
 

"Perlukaan bisa berupa cedera kepala (
head injury), patah tulang kepala, gegar otak, atau perdarahan otak. Pelukaan pada badan, anggota gerak dan alat kelamin, mulai luka lecet, luka robek, perdarahan atau lebam, luka bakar, hingga patah tulang," ujar Ketua Satuan Tugas Perlindungan dan Kesejahteraan Anak Indra Sugiarno dalam seminar "Child Abuse" di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 

Ada juga seorang bapak yang tega melakukan pelecehan terhadap anaknya. Kekerasan tersebut tidak hanya berujung traumatik terhadap jiwa sang anak, juga berakibat meninggalnya anak yang menjadi korban kekerasan. Kasus yang terbaru adalah kasus pembunuhan anak oleh ibu kandungnya sendiri.
 

"Tidak hanya satu kasus, pembunuhan oleh ibu kandung terhadap anak yang masih bayi dan balita ditemukan di beberapa tempat, paling tidak sejak dua tahun terakhir," katanya.
Kekerasan terhadap anak tidak hanya terjadi di dalam rumah atau lingkungan keluarga, tetapi banyak juga terjadi di luar rumah. Kekerasan itu dapat berupa perlakuan merendahkan anak atau
 bullying. 

"
Bullying merupakan sesuatu yang harus diterima oleh seorang anak yang tinggal di luar rumah. Karena itu adalah risiko yang terpaksa mereka dapatkan," ujar Indra yang juga staf pengajar di Departemen Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). 

Banyak anak harus terpaksa terjun memasuki dunia kerja untuk meringankan beban keluarga atau membantu menambah pendapatan keluarga. Mereka harus menjalani kerasnya hidup di tengah masyarakat tanpa mengenal waktu. Padahal pekerjaan tersebut mempunyai risiko besar yang cenderung membahayakan keselamatan diri mereka.
 

"Risiko yang mereka terima, mulai masalah kesehatan sampai menjadi korban tindak kekerasan, baik fisik, seksual, sosial maupun mental. Mereka harus rela menerima berbagai hinaan, cacian, kekejaman, dan kekerasan," tutur Indra yang juga dokter spesialis anak.
 

Anak-anak rentan mendapat perlakuan buruk tidak hanya dari orangtua, sopir angkutan umum, atau preman. Bahkan, perlakuan buruk dari oknum aparat kepolisian atau aparat ketertiban yang seharusnya memberi perlindungan terhadap masyarakat.
 

Banyak fakta yang terjadi di lapangan, aparat keamanan melakukan penindasan terhadap anak jalanan dengan cara memukul, menyeret, dan melakukan tindakan kekerasan lainnya karena dianggap mengganggu ketertiban umum.
 

Di saat yang sama, staf pengajar psikiatri FKUI/RSU Cipto Mangunkusumo Dr Lukas Mangindaan SpKJ(k) mengatakan, ciri dari anak yang mengalami terjadinya kekerasan terhadap anak adalah perubahan sifat anak yang secara drastis, seperti berdiam diri atau menarik diri dari pergaulan.
 

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyiksaan terhadap anak. Salah satunya, himpitan ekonomi yang dialami suatu keluarga. Hal itu berdampak pada anak yang orangtuanya hidup di bawah garis kemiskinan.
 

Indra menuturkan, faktor penyebab terjadinya
 child abuse adalah bisa juga karena orangtua kecewa bahwa anak tidak sesuai dengan harapannya. "Misalnya si orangtua mengharapkan anaknya menjadi anak yang berprestasi, akan tetapi anak tersebut tidak bisa memenuhi keinginan orangtuanya, kemudian anak tersebut disiksa demi kepuasan orangtua semata," katanya.
(sindo//tty)

Tindak Kekerasan Terhadap Anak

Kekerasan pada anak memang akan menimbulkan luka psikologis yang berkepanjangan. Inilah trauma jangka panjang pada bayi korban kekerasan yang sedapat mungkin bisa dicegah
    
  • Agresif. Sikap ini biasanya ditujukan anak kepada pelaku tindak kekerasan. Umumnya ditunjukkan saat anak merasa ada orang yang bisa melindungi dirinya. Saat orang yang dianggap bisa melindunginya itu ada di rumah, anak langsung memukul atau melakukan tindakan agresif terhadap si pengasuh.
  • Peringatan : Tidak semua sikap agresif anak muncul karena telah mengalami tindak kekerasan.
  • Murung atau depresi. Kekerasan mampu membuat anak berubah drastis, seperti menjadi anak yang memiliki gangguan tidur dan makan, bahkan bisa disertai dengan penurunan berat badan. Anak juga bisa  menarik diri dari lingkungan yang menjadi sumber trauma. Ia menjadi anak pemurung, pendiam dan terlihat kurang ekspresif.
  • Mudah menangis. Sikap ini ditunjukkan karena anak merasa tidak aman dengan lingkungannya. Karena ia kehilangan figur yang bisa melindunginya. Kemungkinan besar, anak menjadi sulit percaya dengan orang lain.
  • Melakukan tindak kekerasan pada orang lain. Semua ini anak dapat karena ia melihat bagaimana orang dewasa memperlakukannya dulu. Ia belajar dari pengalamnnya kemudian bereaksi sesuai yang ia pelajari.
  • Secara kognitif anak bisa mengalami penurunan.  Akibat dari penekanan kekerasan psikologisnya atau bila anak mengalami kekerasan fisik yang mengenai bagian kepala, hal ini malahbisa mengganggu fungsi otaknya.

5 Oktober 2011

Dampak Timbulnya Kekerasan pada anak

Moore (dalam Nataliani, 2004) menyebutkan bahwa efek tindakan dari korban penganiayaan fisik dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori. Ada anak yang menjadi negatif dan agresif serta mudah frustasi; ada yang menjadi sangat pasif dan apatis; ada yang tidak mempunyai kepibadian sendiri; ada yang sulit menjalin relasi dengan individu lain dan ada pula yang timbul rasa benci yang luar biasa terhadap dirinya sendiri. Selain itu Moore juga menemukan adanya kerusakan fisik, seperti perkembangan tubuh kurang normal juga rusaknya sistem syaraf.
Anak-anak korban kekerasan umumnya menjadi sakit hati, dendam, dan menampilkan perilaku menyimpang di kemudian hari. Bahkan, Komnas PA (dalam Nataliani, 2004) mencatat, seorang anak yang berumur 9 tahun yang menjadi korban kekerasan, memiliki keinginan untuk membunuh ibunya.

Berikut ini adalah dampak-dampak yang ditimbulkan kekerasan terhadap anak (child abuse) , antara lain; 1) Dampak kekerasan fisik, anak yang mendapat perlakuan kejam dari orang tuanya akan menjadi sangat agresif, dan setelah menjadi orang tua akan berlaku kejam kepada anak-anaknya. Orang tua agresif melahirkan anak-anak yang agresif, yang pada gilirannya akan menjadi orang dewasa yang menjadi agresif. Lawson (dalam Sitohang, 2004) menggambarkan bahwa semua jenis gangguan mental ada hubungannya dengan perlakuan buruk yang diterima manusia ketika dia masih kecil. Kekerasan fisik yang berlangsung berulang-ulang dalam jangka waktu lama akan menimbulkan cedera serius terhadap anak, meninggalkan bekas luka secara fisik hingga menyebabkan korban meninggal dunia; 2) Dampak kekerasan psikis. Unicef (1986) mengemukakan, anak yang sering dimarahi orang tuanya, apalagi diikuti dengan penyiksaan, cenderung meniru perilaku buruk (coping mechanism) seperti bulimia nervosa (memuntahkan makanan kembali), penyimpangan pola makan, anorexia (takut gemuk), kecanduan alkohol dan obat-obatan, dan memiliki dorongan bunuh diri. Menurut Nadia (1991), kekerasan psikologis sukar diidentifikasi atau didiagnosa karena tidak meninggalkan bekas yang nyata seperti penyiksaan fisik. Jenis kekerasan ini meninggalkan bekas yang tersembunyi yang termanifestasikan dalam beberapa bentuk, seperti kurangnya rasa percaya diri, kesulitan membina persahabatan, perilaku merusak, menarik diri dari lingkungan, penyalahgunaan obat dan alkohol, ataupun kecenderungan bunuh diri; 3) Dampak kekerasan seksual. Menurut Mulyadi (Sinar Harapan, 2003) diantara korban yang masih merasa dendam terhadap pelaku, takut menikah, merasa rendah diri, dan trauma akibat eksploitasi seksual, meski kini mereka sudah dewasa atau bahkan sudah menikah. Bahkan eksploitasi seksual yang dialami semasa masih anak-anak banyak ditengarai sebagai penyebab keterlibatan dalam prostitusi. Jika kekerasan seksual terjadi pada anak yang masih kecil pengaruh buruk yang ditimbulkan antara lain dari yang biasanya tidak mengompol jadi mengompol, mudah merasa takut, perubahan pola tidur, kecemasan tidak beralasan, atau bahkan simtom fisik seperti sakit perut atau adanya masalah kulit, dll (dalam Nadia, 1991); 4) Dampak penelantaran anak. Pengaruh yang paling terlihat jika anak mengalami hal ini adalah kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua terhadap anak,  Hurlock (1990) mengatakan jika anak kurang kasih sayang dari orang tua menyebabkan berkembangnya perasaan tidak aman, gagal mengembangkan perilaku akrab, dan selanjutnya akan mengalami masalah penyesuaian diri pada masa yang akan datang.
Dampak yang lainnya (dalam Sitohang, 2004) adalah kelalaian dalam mendapatkan pengobatan menyebabkan kegagalan dalam merawat anak dengan baik. Kelalaian dalam pendidikan, meliputi kegagalan dalam mendidik anak mampu berinteraksi dengan lingkungannya gagal menyekolahkan atau menyuruh anak mencari nafkah untuk keluarga sehingga anak terpaksa putus sekolah.
Berdasarkan uraian diatas dampak dari kekerasan terhadap anak antara lain; 1) Kerusakan fisik atau luka fisik; 2) Anak akan menjadi individu yang kukrang percaya diri, pendendam dan  agresif: 3) Memiliki perilaku menyimpang, seperti, menarik diri dari lingkungan, penyalahgunaan obat dan alkohol, sampai dengan kecenderungan bunuh diri; 4) Jika anak mengalami kekerasan seksual maka akan menimbulkan trauma mendalam pada anak, takut menikah, merasa rendah diri, dll; 5) Pendidikan anak yang terabaikan.
Persembahan Blog Dunia Psikologi ; Kumpulan Artikel Psikologi

TIPS MENDIDIK ANAK BALITA AGAR CERDAS


Orang tua mana pun selalu menginginkan buah hatinya menjadi seorang yang cerdas. Hingga usaha apapun akan dilakukan, hingga semakin berkembangnya kebutuhan itu bermunculan pula rupa-rupa media mulai dari flash card sampai CD ataupun berbagai macam buku dan mainan. Dan orang tua menjadi risau ketika si kecil tidak tertarik minatnya sedikit pun, yang membuat anda bertanya-tanya apakah si kecil bermasalah atau anda sendiri yang salah mendidik?

Jangan khawatir dulu, ternyata menurut penelitian Linda Acredolo Ph.D, dalam bukunya “Baby Minds: Brain-Building Games Your Baby Will Love, yang berpendapat bahwa “Perkembangan ingatan, kemampuan menyelesaikan masalah, kreativiatas, bahasa dan ketrampilan matematika berkembang ketika anak anda mendapat tantangan, perhatian dan cinta”. Jadi untuk merangsang peningkatan intelegensia si kecil tidak harus memerlukan media yang mahal, namun hanya dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan, memberikan rasa aman dan menciptakan lingkungan yang memberikan pengasuhan, anda sudah membantu pertumbuhan intelegensia si buah hati.

Ada 6 cara untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak balita anda


1. Menyanyi bersama

Mengajak anak bernyanyi bersama awalnya hanya menimbulkan rasa senang. Anda bisa melakukannya sambil mengerjakan pekerjaan rumah atau saat di perjalanan menjemput kakak. Hingga lambat laun anak anda akan belajar membuat syair lagu dengan kata-katanya sendiri. Membuat lagu pendek dan mendorong anak melakukan hal yang sama membantu meningkatkan ingatan dan perkembangan bahasa anak. Dan hasil penelitian dari University of California di Irvine dan University of Wsconsin di Oshkosh menemukan anak-anak prasekolah yang mempunyai keyboard dan instruksi menyanyi bersama dalam grup mempunyai penalaran spatial-temporal yang lebih baik (ketrampilan yang membantu anak dalam menyusun puzzles, geometri, menyusun balok, pecahan dan perbandingan).

2. Sajak setiap saat

Dalam bukunya 125 brain Games for Toddlers and two: Simple Games to Promote Early Brain Development, Jackie Silberg berpendapat bahwa “Sajak membantu meningkatkan komunikasi karena mengajarkan kepada anak-anak bahwa bahasa tidak hanya sekedar merangkai kata-kata tetapi juga bagaimana cara menggunakan kata-kata itu. Sehingga semakin sering anak mendengar sajak, makin cepat dia belajar kata-kata yang menghasilkan berbagai bunyi berbeda, sebuah pemahaman yang mendorong ketrampilan membaca. Selain itu, akan lebih membantu apabila penyampaiannya dilakukan melalui sebuah tindakan yang digambarkan ke dalam gerakan-gerakan.

3. Baca lagi dan lagi

Mengekspos buku, game atau lagu yang disukai secara berulang-ulang ternyata mampu membantu anak balita mengembangkan ingatan, rentang perhatian dan perbendaharaan kata. Penelitian menunjukkan, anak yang membaca buku yang sama, memahami kata-kata sulit didalamnya 3 kali lebih baik dibanding anak yang hanya sekali mendengar cerita itu. Selain itu, rasa menguasai yang muncul saat anak mulai membaca buku itu sendiri dengan mengisi kata-kata dan ungkapan yang dia ingat juga mendorong anak untuk mengejar pengetahuan.

4. Mengerjakan matematika

Menghitung benda-benda yang ditemui misal: garis-garis pada zebra cross atau buku di rak adalah cara menyenangkan untuk mengajari anak bilangan. Tambahkan beberapa konsep matematik yang lebih lanjut seperti penjumlahan, pengurangan, menunjukkan jika jumlah berubah, contohnya: “ada 4 ekor kucing, I ekor lari sekarang tinggal 3 ekor kucing”, atau katakana sepatu ayah lebih besar daripada sepetu kamu.

5. Bacakan lebih banyak cerita

Anda tahu, membacakan buku untuk anak anda merupakan cara yang baik bagi anak untuk belajar melek huruf. Tapi hasil penelitian menemukan, hal ini sama pentingnya dengan membicarakan apa yang anda lihat didalam gambar-gambar, mengajukan pertanyaan yang berhubungan dan mendorong anak untuk membicarakan tokoh dan alur cerita. Dalam hal perkembangan bahasa, anak-anak yang orangtuanya melibatkan mereka dengan cara membaca yang seperti ini lebih cepat belajar membaca dibanding anak-anak yang orangtuanya hanya membacakan teks di buku. Jadi, coba tantang si kecil untuk mencari gambar atau kata-kata di dalam buku untuk melatih konsentrasi.

6. Biarkan mereka bermain

Biarkan anak anda bermain apa saja yang diinginkannya agar imajinasi anak mampu berkembang. Ini adalah salah satu cara terbaik mengembangkan kreativitas dirinya.

Biarkan cinta anda mengalir

Melimpahi anak anda yang berusia 2 tahun dengan cinta tak bersyarat adalah cara terbaik untuk meningkatkan otaknya. Mengungkapkan afeksi kepada anak balita anda akan mampu juga meningkatkan rentang perhatian dan kemampuan-kemampuan sosialnya. Para ahli menemukan bahwa kontak mata, sentuhan dan hubungan emosional meningkatkan jumlah dopamine otak, dimana dopamine adalah neurotransmitter yang berguna untuk melakukan berbagai fungsi penting termasuk belajar fokus dan kerja sama. (menurut Becky Bailey Ph.D dalam bukunya I Love You Rituals).

Jadi jangan pelit dengan sentuhan, dekapan dan ciuman. Tambahkan komponen dekapan saat menyanyi bersama. Gunakan pangkuan anda sebagai kendaraan dan lengan anda sebagai dayung untuk merangkulnya.

Penyebab Penyakit LUPUS

Lupus merupakan penyakit kelainan, penyakit ini setara dengan kanker yang dapat berdampak pada kematian. Tidak sedikit juga penyandang penyakit lupus ini. Telah tercatat sekitar mencapai 5 juta jiwa yang telah terdeteksi penyakit ini setiap tahunnya. Nama lupus tersendiri diambil dari se ekor binatang yaitu serigala atau anjing hutan.
Penamaan tersebut bukan karena penyakit ini berasal dari srigala atau anjing hutan, tapi lebih menjurus akan penyakit tersebut dikarenakan kelainan kulit berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi. Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).
Jenis penyakit Lupus ini memiliki tiga macam bentuk, yang pertama yaitu Cutaneus Lupus, seringkali disebut discoid yang memengaruhi kulit. Kedua, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf. Ketiga, Drug Induced Lupus(DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang.
Hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit kambuh :
- Menghindari stress
- Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
- mengurangi beban kerja yang berlebihan
- menghindari pemakaian obat tertentu

4 Oktober 2011

Persiapan Adalah Kunci Keberhasilan Saat Berbicara Di Depan Umum



1.      Pastikan Siapa Audiens Anda?
Dengan memastikan siapa audiens , Anda akan memfokuskan ide materi apa yang harus disampaikan.
Jika Anda pembicara sebagai tamu, pastikan Anda mendapatkan informasi yang rinci mengenai peserta. Contohnya tentang jumlah, usia, jenis kelamin, atau keadaan khusus yang mungkin berhubungan dengan tema atau materi presentasi yang akan Anda bawakan.

2.     Dimana Anda akan mendapatkan Ide?
Buka mata dan telinga, buka hati dan pikiran. Mengenai ide presentasi dapat Anda temukan di mana saja. Jangan membatasi kemungkinan, dengan berpikir bahwa sebuah tempat tertentu, tidak akan menutup kemungkinan untuk memberikan Anda ide atau masukan. Jika Anda cukup peka, Anda akan menemukan ide dan ilham itu.

3.     Perluas Pengetahuan
Agar Presentasi lebih hidup, perluaslah pengetahuan Anda. Pengetahuan laksana bahan bakar bagi presentasi yang akan Anda lakukan. Presentasi yang Anda bawakan adalah kendaraannya, jika Anda kurang memiliki pengetahuan tentang materi yang akan Anda presentasikan, dapat dipastikan kendaraan Anda akan mogok. Dan Anda tidak akan pernah menduga kapan hal itu akan terjadi, pada awal perjalanan presentasi Anda, ditengah-tengah atau di titik mana saja.
Jika Anda menginginkan perjalanan Anda lancar, maka persiapkan bahan bakar ini semaksimal mungkin. Baca, dengar, dan bertanya. Itu adalah salah satu cara untuk memperbanyak pengetahuan Anda, dimana pun, kapan pun dan dari siapa pun. Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang anda peroleh.

4.    Sesuaikan Materi yang Anda bawakan dengan berita dan situasi terkini
Perkaya materi yang akan Anda bawakan dengan bahan-bahan terkini dan paling up to date. Jangan sampai Anda menjadi pahlawan kesiangan saat menyampaikan presentasi Anda. Dengan mengikuti gaya atau mode presentasi sesuai dengan perkembangan yang ada, menjadikan presentasi Anda lebih menawan.

5.     Posisikan diri Anda pada posisi peserta
Menampatakan diri Anda pada posisi audiens akan membuat Anda mampu memperkirakan apa yang ada di benak Audiens. Saat menyusun materi yang akan Anda sampaikan, berusahalah untuk melihatnya dari perspektif audiens Anda. Apa yang kira-kira tidak mereka pahami? Apa yang kira-kira bisa membuat mereka bosan? Jangan berasumsi bahwa yang Anda sampaikan adalah pesan yang akan ditangkap.
Belum tentu, jika Anda bisa menempatkan diri Anda pada posisi audiens Anda, Anda akan mampu memperkirakan apa yang ada di benak mereka dan seperti apa kebutuhan mereka. Ini akan sangat membantu Anda untuk klik dengan mereka.
6.    Ringkasan Kata
Hanya dalam 15 ringkasan kata, audien Anda dapat mengingat materi yang Anda bawakan dengan baik. Dalam penyampain materi yang menggunakan alat bantu seperti computer program Microsoft Office, hendaknya Anda menggunakan kata-kata yang cukup ringkas yang nantinya dapat di mengerti oleh para audiens. Jangan sampai materi yang disanpaikan panjang lebar, sehingga menimbulkan ketidak tertarikan dan ketidak puasan terhadap audiens Anda.

7.     Gunakan Quote
Quote adalah kutipan kalimat-kalimat atau pernyataan yang berarti. Quote merupakan cara yang sangat baik dan mudah untuk menstimulasi emosi dan perasaan. Selain itu, quote dapat digunakan sebagai pembantu ilustrasi dan untuk menekankan konsep atau point apapun yangingin Anda sampaikan.
Luangkan waktu untuk mencari dan mengumpukan quote, dan gunakan kapan saja untuk memperkaya materi presentasi Anda. Usahan agar Anda dapat mengingat beberapa di antaranya, karena akan datang saat di mana Anda harus berimprovisasi untuk membumbui presentasi yang sedang Anda bawakan. Hal ini akan menambah kekuatan materi yang Anda sampaikan dan tentunya Anda akan lebih siap untuk menghadapi presentasi yang akan Anda sampaikan.

8.     Berlatih
Tangkap dan raih setiap kesempatan untuk berbicara di depan umum. Sama dengan keterampilan apapun, semakin sering Anda melakukannya, akan semakin baik pula penampilan Anda. Jika memungkinkan, temukan cara di mana Anda dapat berlatih kemampuan berbicara Anda di depan sebuah kelompok audiens secara teratur.

Membangun Mental Yang Kuat Dalam Public Speaking



.   1    Rasa Takut
“Fearlessness in an assembly”
(Keberanian adalah sesuatu yang dibentuk dan dibangun)

Rasa takut ketika kita tampil di depan umum merupakan sesuatu yang lumrah atau wajar, memberikan presentasi dan berbicara di depan umum memang merupakan hal yang menakutkan bagi setiap orang.
Berdasarkan sebuah penelitian, mempresentasikan sesuatu atau berbicara di depan sustu kelompok orang, bagi beberapa orang menempati urutan pertama dalam daftar hal-hal yang  paling membuat meraka takut. Berbicara di depan umum terbukti lebih menakutkan daripada ketakutan akan kertinggian, ketakutan akan kematian. Jadi, sekarang kita seharusnya lebih rileks, karena ketakutan atau kecemasan untuk berbicara di depan umum ini memang hal yang wajar. Cobalah berdamai dengan rasa takut itu!!!
Jangan biarkan rasa takut itu menguasai diri Kita.!

2.     Jalani Saja
“What doesn’t kill you makes you stronger”
(Apa yang tidak mampu membunuh Anda, hanya akan membut Anda Kuat)

Karena ketakutan dan kecemasan ini umum dan kemungkinan besar pasti dialami setiap orang, jadi jalani dan lewati saja ketakutan dan kecemasan itu. Ingat, jika Anda benar-benar merasa ketakutan, cara yang baik untuk mengatasinya, adalah dengan melakunnya.
Seiring dengan berjalannya waktu dan jam terbang Anda, Anda akan belajar tentang bagaimana cara mengatasinya. Sadari dan katakana pada diri Anda sendiri, bahwa bagaimanapun, semuanya akan mereda dan Anda akan segera merasa baik-baik saja.

3.     Gejala Fisik memang biasa dialami
“A lot Of Big Actor, certainly have hopeless when on the stage”
(Banyak actor besar yang mengalami putus asa ketika di panggung)

Reaksi fisik umum yang biasanya dialami saat berbicara di depan umum diakibatkan dari terlepasnya hormone adrenalin dan cortisol dalam system tubuh kita. Sebenarnya, bahkan seorang pembicara yang berpengalaman pun akan merasakan jantung mereka berdebar dengan cepatnya saat akan tampil.
Jadi, reaksi penuh sensasi yang seperi ini jelas tidak hanya dialami oleh para pemula saja karena bahkan sejumlah actor dan entertainer besar pasti akan menderita keluhan fisik yang nyata setiap naik ke panggung.

4.     Kendorkan semua otot tubuh
”Move on your body, it was make you Oke”
“dengan melakukan gerakan-gerakan pada tubuh, bisa menurunkan rasa tegang pada tubuh saat prsentasi”

Salah satu sikap reflek yang terjadi saat kita merasa tegang, kita akan merasakan otot-otot pada tubuh kita mengencang itu tanpa kita sadari. Ketika menjelang tiba di podium atau di tempat mana Anda akan menyampaikan prensntasi, biasanya tanpa sadar otot tubuh, dari wajah hingga jari-jari kaki akan mengencang.
Di sini Anda akan terlihat berdiri tegak, dengan pose kaku dan tidak nyaman. Jika Anda menyadarinya, tips yang paling bagus, Anda harus berdiri dengan rileks lakukan gerakan-gerakan wajah Anda . Usaha ini  akan membuat Anda lebih rileks dan semua akan mengalir pula dengan lebih lancar dan presentasi Anda akan lebih terlihat santai.

5.     Cobalah untuk Rileks
“Since They Have Something that Good, The Other People Say Thanks To You”
(Selama mereka mendapatkan suatu hal yang bermanfaat, mereka akan berterimakasih pada Anda)

Morton C. Orman, seorang dokter dan pembicra terkenal berkata, “Bahkan jika Anda pingsan, lidah Anda kelu, atau Anda mendatakan suatu hal yang tolol selama Anda berbicara, mereka (Audiens Anda) tidak akan peduli!! “Selama mereka mendapatkan suatu hal yang bermanfaat, mereka akan berterimakasih pada Anda.”